select your language

Banner

Search in This Blog

Saturday, July 16, 2011

Rangkuman

PENGENALAN SENTRAL 5ESS

Sentral 5ESS (AT&T) pertama kali dioperasikan pada tahun 1982 di Amerika Serikat dan mulai dipakai secara umum diluar Amerika Serikat pada taun 1985. Sentral 5ESS dapat memenuhi 1.200.000 BHCA (Busy Hour Call Atempt).
Saluran pelanggan dan sirkit trunk diterminasikan disentral ke Switching Module (SM). Sentral 5ESS dipaki sebagai sentral lokal, tandem, combined, trunk, maupun sentral gerbang internasional.
Arsitektur software yanng bersifat modular, penggunaan mikroprosesor dan pemakaian tenologi serat optik, merupakan kelebihan sental 5ESS. Sentral ini mempunyai beberapa type sentral remote yang dinamakan Remote Switching Module (RSM), Remote Integrated Services Line Unit (RISLU) dan Transmisionless Remote Module (TRM).


KARAKTERISTIK SENTRAL 5ESS

  1. Keandalan sistem dengan adanya duplikasi untuk seluruh perangkat yang bersifat “critical”.
  2. Arsitektur software yang modular memudahkan integrasi apabila ada penambahan hardware.
  3. Bahasa “C” adalah bahasa pemograman yang dipakai sebagai salah satu program bahasa yang konsisten dan bersifat ekonomis, sehingga memudahkan apabila adanya evolusi software.
  4. Kemampuan Common Channel Signaling (CCS) adalah salah satu fasilitas yang ada pada sentral ini, termasuk didalamnya CCITT System No.6 No.7
  5. ISDN Service adalah satu jenis pelayanan yang dapat dilakukan oleh sentral ini.
  6. Network Control and Timing (NCT) links yang berupa fiber optic yang dipakai sebagai penghubung/junction antara SM dan CM.
  7. Inteligent Network (IN) Service dimana didalamnya termasuk fasilitas, Advance Freephone, Calling Card, Televoting, Personal Number, Flexible Charging dan lainnya.
  8. Kemampuan sebagai Signaling Transfer Point yang berbasis dasar CCITT No.7 dipakai dalam menghandel Signaling Data Links, Calling Card Validation, Signaling Connection Control Part dan Global Defined Network Services.
ARSITEKTUR HARDWARE SENTRAL 5ESS
Sistem arsitektur 5ESS secara garis besar meliputi Switching Module (SM), yang terhubung pada Communication Module (CM) dan berinteraksi dengan Administrasi Module (AM). Unit SM, CM, dan AM, masing-masing mempunyai mikroprosesor tersendiri yang sangat membantu dalam mengoptimalkan fungsi call processing.
FUNGSI UNIT-UNIT UTAMA
  1. Switching Module (SM)
Fungsi-fungsi call processing SM antara lain :
-          Scanning saluran pelnggan
-          Pengolahan dan pemberian tone
-          Analisa digit yang didial pelanggan
-          Pengalokasian routing
-          Proses switching
-          PemberiaN announcement

  1. Communication Module (CM)
Fungsi-fungsi :
-          Mengontrol message antar module (AM, SM, dan RSM) dengan menggunakan protocol  X.25 layer 2
-          Membantu proses terjadinya panggilan antar SM
-          Menerima sinkronisasi clock dari external network atau dari sumber lain
-          Mensikronisasikan hubungan antar SM

  1. Administrative Module (AM)
Fungsi :
-          Memoitor status network
-          Pengotrol dan penyimpan data
-          Pusat koordinasi dan pemeliharaan
-          Perantara komunikasi antara manusia dan sentral
SWITCHING MODULE (SM)
Fungsi Switching Module :
-          Menerima sinyal analog dan digital dari pelnggan dan trunk dan kemudian merubahnya menjadi sinyal digital.
-          Melaksanakan fungsi call processing dalam sentral.
-          Membantu proses panggilan intra-module dan inter-module yang melibatkan AM.
-          Memberikan pelayanan ringing generator, tone generator, tone decoder, conference circuit dan fasilitas untuk pengetesan.

Tipe-tipe SM
  1. HSM (Host Switching Module)
  2. LSM (Local Switching Module)
  3. RSM (Remote Switching Module)
  4. PSM (Position Switching Module)
  5. MMRSM (Multi-Mode Remote Switching Module)
  6. ORM (Optically Integrated Remote Switching Module)
  7. TRM (Transmissionless Switching Module)

KOMPONEN UTAMA SM
Komponen utama SM terbagi menjadi 2 bagian utama :
  1. SM Control Unit
  2. SM Peripheral Unit
SM terdiri dari 2 kabinet
  1. SMC (Swirching Module Controller)
  2. LTP (Line Trunk Peripheral)


LTP terdiri dari peripheral unit seperti :
  1. Analog InterfaceUnit
-          LU (Line Unit) adalah interface untuk pelanggan analog
-          ATU (Analog Trunk Unit) adala interface untuk trunk analog
2.Digital Interface Unit
-  DLTU (Digital LineTrunk Unit) adalah interface untuk trunk digital
- ISLU (Integrated Service Line Unit) adalah interface untuk pelanggan digital tetapi dapat juga dipakai untuk pelanggan analog dengan menggunakan card/modul yang khusus


SM GROWTH
Perangkat keras yang bersifat modular, sangat memudahkan apabila terjadi penambahan features, penambahan perangkat keras baru dan perubahan yang diperlukan.

Itegrated Service Line Unit ( ISLU )
ISLU merupakan peripheral interface SM yang berfungsi sebagai tempat terminasinya pelanggan analog dan digital dalam sentral 5ESS.
Ada 2 tipe ISLU di Indonesia, yaitu :
-          ISLU 1
-          ISLU 2
ISLU dapat ditempatkan secara remote dan dinamkan RISLU ( Remote ISLU ).

Fungsi ISLU/RISLU :
  1. Line konsentrator, dimana ISLU memutiplex data dari line board ke time slot PIDB
  2. Originating Scanning, dimana ISLU akan mendeteksi pelanggan yang angkat handset dan melaporkannya ke SM processor
  3. Battery Reversal
  4. Fungsi dasar subscriber, antara lain :
-          Supply tegangan
-          Overvoltage Protection
-          Fungsi pengawasan
    1. CODEC ( Coder-Decoder ) analog to digital
    2. Hybrid circuit
    3. Tes akses

Komponen Utama ISLU
Komponen utama ISLU terdiri dari :
-          Duplicated Unit
-          Non-Duplicated Unit

Sumber : buku switching 5ESS

2 komentar:

Post a Comment